Selasa, 29 Mei 2012

web blog_task



Blog menjadi lahan untuk mentransfer informasi, media untuk bertukar ide tentang sesuatu. Blog sendiri adalah istilah yang terdiri dari dua kata yaitu web dan log. Web berarti sebagai situs di internet dan log berarti catatan pribadi/ catatan harian. Jadi, blog dapat diartikan sebagi situs yang memuat tulisan tentang segala hal seperti artikel, pengalaman hidup, catatan harian, berita terkini, bahkan curahan hati.

Istilah blog pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada 17 Desember 1997 dan pertama kali diperkenalkan secara tidak sengaja oleh Peter Merholz. Salah satu blog tertua diantara 100 weblog adalah Xanga yang berdiri pada tahun 1997. Dua tahun kemudian blog semakin popular semenjak Evan Williams dan Meg Hourihan membuat blog tools yang disebut dengan blogger, sehingga setiap orang bisa membuat blog miliknya sendiri dan pada tahun 2004 blogger sudah dibeli oleh Google.

Terdapat beberapa jenis blog berdasarkan fungsinya, yaitu:
a.   Blog Politik; blog tentang berita, politik, aktivis, dan semua persoalan berbasis blog. Melalui blog pula dapat dilakukan sebuah kampanye.
b.  Personal Blog; sering disebut juga dengan buku harian online, blog ini berisikan tentang pengalaman keseharian seseorang, keluhan, puisi/ syair, gagasan jahat, maupun perbincangan teman.
c.   Blog Bertopik; merupakan blog yang membahas tentang sesuatu dan fokus pada bahasan tertentu.
d.  Blog Kesehatan; blog ini kebanyakan berisi tentang keluhan pasien, berita kesahatan terbaru, maupun keterangan- keterangan kesehatan lainnya.
e.  Blog Sastra; oleh masyarakat lebih dikenal dengan litblog (literary blog).
f.   Blog Spam; digunankan untuk promosi bisnis affiliate, juga dikenal sebagai splogs (spam blog).
g.  Project/ Product Blog; blog perusahaan yang berisi kebijakan.
Beberapa contoh blog yang mungkin dapat menjadi referensi, antara lain:
1.    Blogger (http://www.blogger.com)
2.   TypePad (http://www.typepad.com)
3.   Live Journal (http://www.livejournal.com)
4.   WordPress (http://www.wordpress.com)
5.   Live Spaces (http://spaces.live.com)
6.   Blog Drive (http://www.blogdrive.com)
7.   Bloglines (http://www.bloglines.com)
8.   Blogsome (http://www.blogsome.com)
9.   Blog Boleh (http://www.blogboleh.com)
10.   Fotolog (http://www0.fotolog.com)
12.   Edublogs (http://edublogs.org)
13.   Blogsboom (http://www.blogsboom.com)
14.   Blog (http://www.blog.com)
15.   Diaryland (http://www.diaryland.com)
16.   Xanga (http://www.xanga.com)
          Istilah- istilah dalam blogger:
Adesense: Iklan dari Google yang bila dipasang di blog dan ada orang lain yang meng-klik, maka pemilik blog akan mendapatkan komisi.
Adwords: Layanan promosi dari  Google untuk pemasang iklan.
Advertiser: Perusahaan/ individu pemilik situs/ blogger yang memasarkan barang dan jasanya melalui iklan internet.
Affiliate: Program perekrutan member agar mendapatkan komisi.
Alexa: Situs in formasi pemantau traffic website/ blog.
Archive: Arsip postingan blog.
Atom: Format/ jenis dari web feed.        
Avatar: Foto profil blogger.
Captcha: Program pelindung website/ blog dari robot aplikasi penyebar spam. Biasanya merupakan karakter aneh yang hanya bisa dibaca oleh manusia.
Categories: Kategori- kategori spesifik posting.
Celeblog: Blogger terkenal dan berpengaruh di blogoshere.
Comments: Komentar- komentar dari pengunjung blog.
CSS: Cascading Style Sheets, merupakan bahasa pemrograman tampilan web.
Dashboard: Halaman utama untuk mengatur blog yang berisi kontrol, settingan, comment, posting, dll.
Domain: Nama situsnya.
Emoticon: Gambar yang mewakili emosi penulis.
Favicon: Favorite Icon, ikon yang berfungsi sebagai logo website/ blog. Biasanya terdapat di samping kiri alamat web/ title.
Feed: Format data sederhana dari web unntuk mnedapatkan konten update.
Footer; Informasi web/ blog yang terdapat pada bagian paling bawah.
Glossary: Daftar istilah.
Googlebot: Robot spider milik Google yang menjelajah dan menjaring web/ blog.
Hiatus: Berhenti sejenak dari kegiatan blog.
HTML:Hyper Text Markup Language. Bahasa pemrograman untuk membuat halaman web.
Linkbait: Konten yang dibuat menarik untuk mendapatkan tautan link dari situs lainnya.
Link Exchange: Saling bertukar link.
Moblog: Aktivitas blogging dengan mobile phone.
Movable Type: Layanan penyedia blog gratis dari Sixapart.
Niche: Topik pembahasan tertentu dalam web/ blog.
Open ID: Sistem identifikasi terpusat yang bertujuan agar dapat login dibanyak situs dengan 1 ID yang sama.
Pagerank: Ranking yang diberikan ooleh Google untuk web.
Page Views: Jumlah hit halaman web/ blog termasuk refresh/ reload.
Permalink: Permanent Link, link menuju postingan blog.
Ping: Packet Internet Groper, suatu tindakan untuk memberikan informasi update terbaru dari web.
Plugin: Kode program khusus yang menambah kemampuan situs, biasanya terdapt di wordpress.
Posting: Menuliks artikel di blog.
Problogger: Blogger profesioanl yang biasanya mendapatkan uang dari blognya.
RSS Feed: Really Simple Syndication, format sederhana untuk memberikan informasi atau konten yang telah di update.
Search Engine: Layanan pencari dan peng-index situs internet.
SEO: Search Engine Optimization, teknik menaikkan peringkat halaman hasil pencarian search engine khususnya Google.
SERP: Search Engine Result Page, peringkat halaman sebuah situs di search engine.
Spam Comments: Tindakan memberikan komentar berulang- ulang (menyampah).
Subscriber: Pelanggan artikel blog melalui RSS/ e_mail.
Template: Desain tampilan sebuah blog (blogspot).
Themes: Desain tampilan sebuah blog (wordpress).
Trackback: Notifikasi bila membuat/ menautkan link ke blog.
Technorati: Layanan pencari blog dengan informasi tracking, posting, dan tautan link.
URL/ URI: Uniform Resource Locator/ Uniform Resource Identifier, merupakan alamat website/ blog.
Wordpress: Layanan penyedia blog gratis yang didirikan oleh Matt Mullenweg

Rianie_


Dunia Padmini_resensi



Judul                           : Dunia Padmini
Penulis                        : Trie Utami
Penerbit                      : Pustaka Sastra
Kota Terbit                : Yogyakarta
Tahun Terbit              : 2010
Cetakan                      : Ke-1
Deskripsi Fisik           : xxiv+ 254 hlm.; 18 cm.
ISBN                           : 979-25-5311-8

            Buku karya Trie Utami ini memiliki ide dan penokohan mengenai dunia perempuan. Melalui karyanya yang terbungkus rapi dengan judul Dunia Padmini, penulis seakan berusaha memperlihatkan sebuah perubahan mindset di kalangan perempuan Jawa terdidik khususnya, yang lebih open mind serta tidak sepenuhnya percaya dengan sikap narimo ing pandum yang telah melekat pada benak kita sebagai perempuan. Dunia Padmini merupakan representasi dari tokoh didalam cerita yang bernama Padmini pula.
            Padmini oleh penulis digambarkan sebagai perempuan Jawa yang cerdas nan modern. Sebuah seting kultural yang sama dengan Pengakuan Pariyem: Dunia Batin Seorang Wanita Jawa karya Linus Suryadi AG. Antara Dunia Padmini dan Pengakuan Pariyem memililki ide yang sama yaitu tentang perempuan. Namun, Pariyem merupakan wujud presentasi perempuan Jawa yang narimo ing pandum, sedangkan Padmini adalah gambaran perempuan Jawa yang modern dan open mind. Pada buku ini terdapat sembilan bab yang dinyatakan dalam sangasutra yang ditujukan kepada perempuan dan dunia. Pada setiap bab/ sutranya, penulis selalu menghadirkan permasalahan yang terjadi pada perempuan. Tokoh yang diambil sebagai contoh tidak lain dan bukan adalah teman ataupun kerabat dekat dari penulis. Setelah memaparkan permasalahan yang terjadi, penulis selalu menyimpulkan dengan pendapatnya sendiri tanpa menyudutkan perempuan serta seraya berkata ‘pilihlah solusi yang ini ketika kalian mendapatkan permasalahan yang sama’. Disetiap tulisannya yang dianggap itu penting dan ditekankan agar perempuan membacanya selalu ditulis dengan cetak tebal. Padmini merupakan ekspresi dari suara hati perempuan yang memiliki kecerdasan serta kepekaan dalam membaca sutu realitas kehidupan.
            Cerita mengenai Padmini memberikan cara pandang yang berbeda atas dunia yang biasanya dilakukan oleh perempuan Jawa. Buku ini menjadi cermin bagi kita semua untuk melihat diri sendiri dalam merumuskan sebuah konsep mengenai struktur sosial yang berkeadilan, khususnya keadilan bagi perempuan. Melalui buku ini kita dapat mengetahui bahwa tidak selamnaya kenyataan itu berifat statis, kehidupan perempuan yang selama ini dikungkung dengan tradisi yang mengharuskan perempuan hanya ada di lingkungan domestik, kini lewat tokoh Padmini dapat diubah menjadi sesuatu yang dapat mengikuti zaman. Karena, memang terkadang tradisi yang ada menjadi tembok besar yang membelenggu kebebasan perempuan, tentunya kebebasan yang tanpa melupakan kodratnya sebagai seorang perempuan. Perempuan juga harus diberi kebebasan seperti halnya dengan lawan jenisnya, karena pada dasarnya perempusn dan laki- laki itu sama, yang menjadi pembeda hanyalah pandangan orang- orang yang saat itu duluan ada daripada kita, bahkan lebih tua dari kakek nenek buyut kita sekalipun. Pandangan itulah yang akhirnya memberikan sekat- sekat di antara keduanya. 
Penulis lewat Padmini berhasil mengubah penderitaan menjadi harapan, tekanan menjadi tantangan, serta kelemahan menjadi sebuhah kekuatan. Materi buku yang baik dikemas dengan gaya bahasa yang lugas dan mudah dipahami ini membuat pembaca akan terus penasaran dengan cerita- cerita berikutnya yang tertuang dalam surat penulis yang ditujukan untuk Padmini, simbol perempuan modern yang tidak akan pernah lupa dengan kodratnya. Membaca buku ini kita akan hanyut dalam dialog jiwa, jika pembaca membaca dengan penuh perasaan akan ditemukan berbagai teori. Buku ini adalah potret realitas kehidupan yang lahir dari penulisnya sendiri, yang dalam kesempatan ini diwujudkan dengan tokoh Padmini. Dunia Padmini direkomendasikan bagi para ibu, calon ibu, ataupun para remaja dengan harapan nantinya memiliki open mind khususnya bila mereka adalah perempuan Jawa.

Padmini, sampaiakan salam hormatku untuk lelakimu, dan kecup kening anak- anakmu untukku ya…
           
Riani_

            

Minggu, 20 Mei 2012

Bunga Cantik di Balik Salju_resensi



Judul                           : Bunga Cantik di Balik Salju
Penulis                        : T. Andar
Penerbit                      : DIVA Press
Kota Terbit                : Yogyakarta
Tahun Terbit              : 2011
Cetakan                      : Ke-1
Deskripsi Fisik           : 458 hlm.; 19,5cm.
ISBN                           : 978-602-978-667-5

“Dandelion adalah bunga liar yang kuat. Bahkan, saat tumbuhan lainnya mati, dandelion tetap hidup, menahun. Dandelion bisa hidup di mana saja asalkan ada sinar matahari. Di sela-sela batu, di dekat rel kereta api, ataupun di retakan-retakan trotoar pun ia bisa hidup. Dan, aku pun ingin seperti itu. Hidup bersama dandelion.”

            Inilah sebuah novel yang begitu menggugah, novel yang akan mengajarkan kalian semua akan apa arti tegar, kuat, mandiri, dan cantik yang sebenarnya. Novel besutan T. Andar ini menceritakan kehidupan seorang Maulana Andara Restu. Kehidupannya bersama ‘anak’ nya Denniz, teman-teman kerja, serta dengan keluarganya.
            Di usia yang masih sangat belia, 19 tahun, Lana begitu sapaannya telah memutuskan untuk mengasuh Denniz, yang tidak lain dan bukan adalah anak dari sahabatnya sendiri Emi. Denniz adalah buah pernikahan dari sahabatnya Emi dan Brian, namun sahabatnya itu meninggal sewaktu melahirkan. Sedangkan ayahnya Brian, tidak mau mengakui anaknya pada saat itu. Ketika Lana mulai mengasuh Denniz, mulailah pula terjadi pertentangan dari keluarga Lana. Jelas mereka menentang keputasan anaknya untuk mengasuh bayi ketika umurnya masih belia, walau akhirnya mereka menerima Denniz bahkan membantu dalam merawatnya. 
            Memang hidup yang berat bagi Lana. Di usianya yang ke-25 tahun, dia memutuskan untuk tinggal berpisah dengan orang tuanya. Lana membiayai sendiri kehidupannya bersama Denniz dengan bekerja sebagai staf pengajar pada sebuah lembaga pendidikan asing. Di sanalah Lana menemukan keluarga keduanya setelah dirumah. Setiap harinya Lana disibukkan dengan mengajar dan ketika siang menjemput Denniz sekolah.
            Memiliki Denniz selama 6 tahun membuat Lana kebal saat orang-orang menatapnya dengan tatapan kagum, iba, sinis, dan seraya berkata ‘jijik’ ketika Denniz memanggil Lana dengan sebutan “mama”. Keadaaan ini tidak membuatnya mengubah apa pun yang telah dijalaninya, dia tetap mencintai Denniz yang mulai tumbuh menjadi pangeran cilik cerdas berambut keriting. Lana beranggapan keputusannya untuk mempertahankan Denniz adalah keputusan terhebatnya. Bahkan, hingga saking cintanya kepada Denniz, Lana mengabaikan kesenagan pribadinya serta kebutuhannya, termasuk kebutuhan akan seorang laki-laki yang akan menemani kehidupannya kelak. Keluarganya mulai resah dengan keadaan Lana yang belum juga menemukan jodohnya. Di akhir ceitanya Lana menemukan jodoh seorang arsitek, yang tidak lain adalah tetangga rumahnya. Dhimas, laki-laki keren dan pujaan para junior di kantornya. Sosok arsitek ini masuk dalam kehidupan Lana ketika ia dihantui oleh perasaan takut Denniz akan diambil ayahnya Brian yang kini mulai mencintainya.
            Sungguh sebuah bacaan yang sangat inspiratif yang baik dinikmati oleh para muda bahkan seorang ibu. Karena, novel ini memberikan win-win solution yang dapat dipraktekkan di rumah ketika menghadapi sang anak, yang tentu saja berasal dari Lana yang notabenenya belum pernah memiliki anak.
            Novel ini memiliki materi dan bahasa penyampaian yang baik, dimana bahasanya mudah dipahami. Terdapat vocab baru yang dapat memperkaya kosa kata kita, tetapi terkadang pemilahan katanya kurang familiar bagi kita. Pada bagian yang dianggap key disetiap babnya akan ditulis kembali dalam kotak tersendiri. Ini dimaksudkan untuk memepermudah pembaca untuk mengatahui pokok cerita disetiap babnya. Seperti halnya novel-novel inspiratif lainnya selalu menyajikan cerita yang mengalir begitu saja, mengalir hingga lubuk hati pembaca yang paling dalam.

Riani_

Rabu, 09 Mei 2012

Let’s Bake Cookies_resensi




Judul                          : Let’s Bake Cookies
Penulis                        : Sri Izzati
Penerbit                      : DAR! Mizan
Kota Terbit                : Bandung
Tahun Terbit             : 2009
Cetakan                      : Ke-V
Deskripsi Fisik           : 110 hlm.; ilust.; 21cm.
ISBN                           : 979-752-049-8

                Sebuah kisah persahabatan 5 orang anak dituliskan oleh Sri Izzati dalam seri Kecil-Kecil Punya Karya. Sebuah seri yang biasanya banyak dituliskan cerpen maupun novel oleh penulis kecil berbakat, seperti halnya dengan Izzati yang menulis Let’s Bake Cookies. Let’s Bake Cookies yang menceritakan Marie seorang gadis cilik yang baru saja pindah dari Inggris dan keempat teman sekolahnya. Mereka adalah Lizabeth yang cantik, baik, periang, dan sangat ramah, Amie yang memiliki toko kue dan setiap ke sekolah selalu membagikan kuenya kepada temanya, Steven yang suka mengajarkan berbagai macam olahraga, serta Lynn anak seorang desainer ternama namun sedikit angkuh dengan teman-temannya di sekolah.
            Marie memang memiliki pendapat yang berbeda-beda mengenai keempat temannya yang luar biasa itu. Dari keempat temannya, Marie paling suka datang ke rumah Amei yang memiliki toko kue di rumanya. Keseharian Marie selalu dipenuhi dengan kejadian yang berbau dengan kue, entah Marie dan temannya makan kue bersama hingga membuatnya secara bersama-sama. Diceriatakan, Amie yang ibunya memiliki toko kue dirumah selalu membawakan kue untuk Marie, Lizabeth, Steven, dan Lynn, mereka menikmati kue itu di bawah pohon yang terdapat di halaman sekolah mereka. Pada suatu saat mereka berempat juga membuatkan kue untuk Steven yang sedang sakit, lalu menikmati zuppa-zuppa soup di pesta ulang tahun Lynn, mengikuti kompetisi membuat kue, dan melihat cake exhibition bersama teman-teman satu sekolahnya. Persahabatan mereka selalu diwarnai hal-hal yang terkadang konyol untuk didengarkan, mulai dari pertengkaran, saling bertukar kue, dan mencatat setiap tanggal lahir dari teman maupun guru-guru mereka, hingga pada suatu saat mereka menghadiahkan sebuah spaghetti yang bertuliskan Happy Birthday untuk Nona Paula, guru memasak mereka di jam pelajaran memasak.
Cerita di atas adalah sedikit penggalan kisah persahabatan Marie, Amie, Lizabeth, Steven, dan Lynn. Let’s Bake Cookies baik dibaca bagi anak-anak, yang mana ketika membaca ini mereka diharakapkan akan termotivasi untuk lebih giat belajar menulis ataupun melakukan hal-hal positif yang ada dalam cerita. Sedangkan bagi para orang tua dan remaja, dapat dijadikan sebuah pembelajaran yang nantinya disampaikan kepada anak atau adik mereka berlatih mengekspresikan keinginan, ide, maupun gagasan. Seperti cerita dalam seri Kecil Kecil Punya Karya lainnya Let’s Bake Cookies memiliki materi yang selalu memotivasi anak-anak untuk berbuat positif, yang pada kesempatan ini memberikan teladan kerukunan dalam persahabatan dan bakat membuat kue. Bahasa yang digunakan untuk menyampaikan materinya pun mudah dipahami oleh anak-anak, penambahan istilah-istilah baru dengan dicetak miring dapat memperkaya kosa kata anak. Let’s Bake Cookies semakin lengkap dengan adanya ilustrasi yang berupa gambar yang dapat meningkatkan imajinasi anak akan ceritanya. 

‘kue yang pernah dibawa Amei ke sekolah antara lain, fudge nougats, chocodiles, pinwheel butterflies, butternut balls, caramel crisp, apple cake. Aku dan teman-teman senang sekali makan kue itu
           
Riani_

Rabu, 02 Mei 2012

Surat Cinta Dari Kairo_resensi


Judul                          : Surat Cinta Dari Kairo
Penulis                        : Luna Syahrazade
Penerbit                      : Sadasiva
Kota Terbit                : Yogyakarta 
Tahun Terbit             : 2006
Cetakan                      : Ke-1
Deskripsi Fisik           : 356 hlm.; 18 cm.
ISBN                           : 979-98637-6-8

           
Sebuah kisah yang dituliskan oleh Luna Syahrazade, dimana nama itu dihadirkan kembali dalam kisahnya di Surat Cinta Dari Kairo. Novel ini berisikan sebuah kisah cinta yang tak mengenal kat menyerah dari apapun. Cinta adalah segala-galanya, lebih kuat dari hidup dan lebih dahsyat dari kematian. Menghadirkan tentang kisah kasih sepasang manusia, Luna dan Nuh, yang mendebarkan, romantis, inspiratif, dan penuh dengan keharuan.
            Sosok Luna dalam novel ini digambarkan sebagai pribadi yang periang, cerdas, humoris, dan apa adanya. Luna disibukkan oleh pekerjaannya mengurus café peninggalan mantan suaminya. Sementara, Nuh sebagai pimpinan sebuah perpustakaan yang letaknya tidak begitu jauh dari café milik Luna. Kisah ini dimulai dari pertemuan mereka berdua di café milik Luna yang. Pada saat itu Nuh belum mengetahui bahwa café yang didatanginya adalah milik Luna, begitu juga dengan Luna tidak mengetahui bahwa Nuh menjadi pimpinan perpustakaan yang berada tidak jauh dari cafénya. Mereka lalu berkenalan dan pada akhirnya mereka menjalin cinta. Namun perjalanan cinta mereka tidaklah semudah seperti yang dibayangkan. Pasangan kekasih ini dihadapakan dengan berbagai persoalan yang berkecamuk diatas hubungan mereka. Mulai dari masalah kepribadian, sikap atau gaya hidup masing-masing pribadi, pemahaman akan sebuah kata cinta, kenangan masa lalu, tradisi serta keluarga, hingga banyangan akan masa depan.
            Persoalan yang paling pelik datang ketika seorang Luna harus menghadap Umi Latifah yang tidak lain adalah Ibunda Nuh setelah sebelumnya Nuh berkirim surat yang menyampaikan permasalahn tradisi keluarganya. Secara tegas Umi Latifah menolak hubungan mereka berdua, lantaran Luna yang masih terbilang muda adalah seorang janda. Serta keluarga Nuh memiliki tradisi yang berbeda dengan keluarga Luna. Ibunda Nuh beranggapan bahwa hubungan mereka akan sia-sia saja dan mustahil saja keduanya akan menjalin hubungan hingga ke mahligai pernikahan.
Akhirnya Nuh meninggalkan Luna demi kehormatan keluarganya untuk melanjutkan studinya di Universitas Al-Azhar Kairo, tempat dimana ayahanda Luna, Abu Syahrazade bekerja sebagai dosen di sana. Nuh meninggalkan semuanya di tengah-tengah kepelikan yang meremukkan hatinya, ia dihadapakan dengan dua pilihan antara Luna perempuan yang sangat dikasihinya dan keluarganya yang kukuh memepertahankan tradisi dalam menjalin sebuah hubungan. Tiga bulan setelah kepergian Nuh ke Kairo datanglah sebuah surat yang ditujukan untuk kekasih hatinya Luna Syahrazade. Setelah menerima itu, Luna merasakan jauh lebih baik hidupnya. Kepergian Nuh ke Kairo membawa kebaikan dan kelegaan begitu besar bagi Luna, banyangan Luna mengenai masa depan juga ia ubah setelah membaca surat – sebuah surat cinta dari Kairo.
Itu semua hanyalah sepenggal kisah yang ada dalam novel ini, ketika kita mencoba membacanya lebih lanjut, sungguh banyak teka-teki dari setiap kata yang ditorehkan oleh penulis. Teka-teki inilah yang yang senantiasa membayangi pembaca dalam memahami makna cinta yang sesungguhnya. Novel ini ditujukan bagi para remaja yang tengah mencari jati dirinya. Akan terasa penuh haru ketika membaca novel ini dan sarat dengan inspirasi bagi pembacanya. Seperti halnya dengan novel dengan tema lainnya, novel ini juga menghadirkan sisi romantis dari pelakunya, Luna dan Nuh. Materi dan penyampaiannya dalam novel ini cukup baik, namun terkadang pembaca susah mencerna dari kata-kata tersebut, namun disinilah letak kekuatan novel Surat Cinta Dari Kairo ini. Jika mencintai cinta, kita hanya harus terus bertahan, dari segala apa, dari yang bukan apa-apa.

Riani_


Rabu, 25 April 2012

WO AI NI ALLAH_resensi



Judul                          : WO AI NI ALLAH
Penulis                        : Vanny Chrisma W.
Penerbit                      : DIVA Press
Kota Terbit                : Yogyakarta 
Tahun Terbit             : 2008
Cetakan                      : Ke-2
Deskripsi Fisik           : 356 hlm.; 19,5 cm.
ISBN                           : 979-963-469-5

Torehan kisah yang sangat mengharukan dituliskan penulis melalui WO AI NI ALLAH. Sebuah novel pencarian spiritual gadis Cina yang suka bercerita kepada langit dan menempelkan salah satu telinganya di tanah untuk mendengarkan sura bumi. Dikisahkan kehidupan Amei Chan yang berumur 14 tahun dan keluarganya. Kehidupan sebuah keluarga keturunan Cina yang pindah ke Indonesia dan hidup dikalangan ateis.
Kisahnya dimulai ketika ayahnya sibuk mencari keberadaan Tuhan yang berujung pembunuhan yang dilakukan oleh kakanya sendiri, yang tidak lain adalah paman Amei Chan, yang akhirnya diketahui bahwa pamannya adalah ayah kandungnya. Selepas ayahnya yang mengidap skizofrenia meninggal, Amei dibuang di  jalan oleh ibunya karena dianggap gila seperti ayahnya dan akhirnya ditemukan oleh Husein, seorang dokter yang tengah mencari volunteer untuk penelitiannya. Disanalah Amei Chan banyak belajar yang akhirnya mampu mengenal Allah dan mengenakan jilbab ketika melarikan diri dari rumah Husein karena keberadaan Safiyah, calon isteri Husein. Amei dibantu oleh Ustadz Gufron dan Ibu Aminah dalam mencari kerinduan spiritual. Dilain tempat yang berlainan, ibu Amei Chan, Mei Hwa mempertaruhkan nyawanya di tangan A Liong yang notabenenya adalah suaminya sendiri. Mei Hwa diracun oleh anak buah A Liong, namun karena kuasa-Nya Mei Hwa selamat dan akhirnya tinggal bersama keluarga Ustadz Rohim. Di rumah Ustadz Rohim, Mei Hwa banyak belajar mengenai Islam. Dia berpikir bahwa Islam adalah yang paling pantas bagi dirinya setelah mengalami rentetan kejadian yang sungguh getir untuk dirasakan. Akhirnya, Amei Chan dan ibunya telah menemukan kerinduan spiritual yang selama ini dicari, yaitu Islam. Mereka berdua juga mampu berucap asyhadu allaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah, sebuah kalimat yang sungguh berarti bagi kita, khususnya bagi Amei Chan dan ibunya yang selama ini mencari kalimat itu.
Sepenggal kisah diatas merupakan sedikit gambaran dari keseluruhan isi novel. Semakin dalam kita membacanya, banyak ditemukan dialog-dialog dan adegan yang menggetirkan yang tidak pernah kita sadari, sekalipun hal itu merupakan sesuatu yang sangat identik dengan kehidupan religius seorang muslim. Sosok gadis cina yang bernama Amei Chan dalam novel ini merupakan cermin kehidupan spiritual yang begitu menggetarkan jiwa dan tak terperikan di kalangan ateis, kalangan yang dimana tak tau kemankah jalan hidupnya. Seperti halnya dengan novel bertemakan religius lainnya, novel ini mampu memberikan nilai positif bagi pembacanya agar lebih baik lagi dalam berkehidupan. Materi yang disajikan oleh penulis pun sangat inspiratif dan seakan itu memang benar adanya.
Membaca novel ini seakan kita merasakan rasanya hidup dalam kehampaan jiwa, spiritual, dan sosial. Setelah merasakan hal tersebut kita diajak merasakan bagaimana indahnya menemukan sebuah pencerahan melalui otrang –orang yang ada disekeliling kita melalui Islam. Materi novel yang baik menjadikan novel ini layak untuk dibaca siapapun. Novel inspiratif ini memberikan warna tersendiri perjuangan peneguhan iman di hati setiap kita, bahkan di kala kita telah merasa sebagai muslim/ muslimah yang kaffah. Melalaui sesosok Amei Chan, pembaca seakan ditanya mengenai kesejatian iman dan ihsannya. Vanny Chrisma W. telah mengetuk spiritual setiap hati manusia melewati coretannya di WO AI NI ALLAH, serta menyisakan sebuah pertanyaan Bagaimana dengan kalian?.
Riani_