Rabu, 25 April 2012

WO AI NI ALLAH_resensi



Judul                          : WO AI NI ALLAH
Penulis                        : Vanny Chrisma W.
Penerbit                      : DIVA Press
Kota Terbit                : Yogyakarta 
Tahun Terbit             : 2008
Cetakan                      : Ke-2
Deskripsi Fisik           : 356 hlm.; 19,5 cm.
ISBN                           : 979-963-469-5

Torehan kisah yang sangat mengharukan dituliskan penulis melalui WO AI NI ALLAH. Sebuah novel pencarian spiritual gadis Cina yang suka bercerita kepada langit dan menempelkan salah satu telinganya di tanah untuk mendengarkan sura bumi. Dikisahkan kehidupan Amei Chan yang berumur 14 tahun dan keluarganya. Kehidupan sebuah keluarga keturunan Cina yang pindah ke Indonesia dan hidup dikalangan ateis.
Kisahnya dimulai ketika ayahnya sibuk mencari keberadaan Tuhan yang berujung pembunuhan yang dilakukan oleh kakanya sendiri, yang tidak lain adalah paman Amei Chan, yang akhirnya diketahui bahwa pamannya adalah ayah kandungnya. Selepas ayahnya yang mengidap skizofrenia meninggal, Amei dibuang di  jalan oleh ibunya karena dianggap gila seperti ayahnya dan akhirnya ditemukan oleh Husein, seorang dokter yang tengah mencari volunteer untuk penelitiannya. Disanalah Amei Chan banyak belajar yang akhirnya mampu mengenal Allah dan mengenakan jilbab ketika melarikan diri dari rumah Husein karena keberadaan Safiyah, calon isteri Husein. Amei dibantu oleh Ustadz Gufron dan Ibu Aminah dalam mencari kerinduan spiritual. Dilain tempat yang berlainan, ibu Amei Chan, Mei Hwa mempertaruhkan nyawanya di tangan A Liong yang notabenenya adalah suaminya sendiri. Mei Hwa diracun oleh anak buah A Liong, namun karena kuasa-Nya Mei Hwa selamat dan akhirnya tinggal bersama keluarga Ustadz Rohim. Di rumah Ustadz Rohim, Mei Hwa banyak belajar mengenai Islam. Dia berpikir bahwa Islam adalah yang paling pantas bagi dirinya setelah mengalami rentetan kejadian yang sungguh getir untuk dirasakan. Akhirnya, Amei Chan dan ibunya telah menemukan kerinduan spiritual yang selama ini dicari, yaitu Islam. Mereka berdua juga mampu berucap asyhadu allaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah, sebuah kalimat yang sungguh berarti bagi kita, khususnya bagi Amei Chan dan ibunya yang selama ini mencari kalimat itu.
Sepenggal kisah diatas merupakan sedikit gambaran dari keseluruhan isi novel. Semakin dalam kita membacanya, banyak ditemukan dialog-dialog dan adegan yang menggetirkan yang tidak pernah kita sadari, sekalipun hal itu merupakan sesuatu yang sangat identik dengan kehidupan religius seorang muslim. Sosok gadis cina yang bernama Amei Chan dalam novel ini merupakan cermin kehidupan spiritual yang begitu menggetarkan jiwa dan tak terperikan di kalangan ateis, kalangan yang dimana tak tau kemankah jalan hidupnya. Seperti halnya dengan novel bertemakan religius lainnya, novel ini mampu memberikan nilai positif bagi pembacanya agar lebih baik lagi dalam berkehidupan. Materi yang disajikan oleh penulis pun sangat inspiratif dan seakan itu memang benar adanya.
Membaca novel ini seakan kita merasakan rasanya hidup dalam kehampaan jiwa, spiritual, dan sosial. Setelah merasakan hal tersebut kita diajak merasakan bagaimana indahnya menemukan sebuah pencerahan melalui otrang –orang yang ada disekeliling kita melalui Islam. Materi novel yang baik menjadikan novel ini layak untuk dibaca siapapun. Novel inspiratif ini memberikan warna tersendiri perjuangan peneguhan iman di hati setiap kita, bahkan di kala kita telah merasa sebagai muslim/ muslimah yang kaffah. Melalaui sesosok Amei Chan, pembaca seakan ditanya mengenai kesejatian iman dan ihsannya. Vanny Chrisma W. telah mengetuk spiritual setiap hati manusia melewati coretannya di WO AI NI ALLAH, serta menyisakan sebuah pertanyaan Bagaimana dengan kalian?.
Riani_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar