Rabu, 14 Maret 2012

Jangan Sadarin Jilbaber!_resensi




Judul                          : Jangan Sadarin Jilbaber!
Penulis                        : -chio-
Penerbit                      : Anomali –buku unik-
Kota Terbit                : Yogyakarta 
Tahun Terbit             : 2010
Cetakan                      : Ke-2
Deskripsi Fisik           : 228hlm.; 16cm.
ISBN                           : 978-979-17113-1-9

            Jangan Sadarin Jilbaber! adalah serial ketiga dari serial ‘Jangan Sadarin’. Membahas tentang para perempuan yang memeluk agama Islam. Menceritakan bagaimana keadaan mereka kini, mulai dari istilah- istilah yang akhirnya terpaksa lahir untuk menyebut banyak ragam penampakan mereka secara fisik. Padahal disisi lain, ada yang merasa tidak nyaman disebut selain dengan istlah yang sengaja disandangkan kepada dirinya, begitu juga dengan yang lain. Menguak berbagai hal tentang mereka, para jilbaber.
            Buku Jangan Sadarin Jilbaber! ini membahas segala sesuatunya tentang para jilbaber dengan pembahasan yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Mungkin untuk pertama kali melihat judulnya kita hanya berpikir ini adalah buku yang membahas tentang para perempuan Islam yang berjilbab. Namun, jauh membacanya akan ditemui banyak hal yang tak terduga. Gaya bahasan - chio – yang selalu konsisten disetiap karyanya membuat para pembaca sudah tidak heran dengan lonjakan yang terjadi di dalam cerita, seperti karya “Jangan Sadarin’ sebelumnya.
            Membaca buku ini wajib dilakukan oleh para mereka perempuan Islam yang berjilbab. Karena dengan membacanya kita akan dibukakan mata oleh penulis dengan bahasan yang khas. Kita seperti disadarkan dengan hal-hal yang membuat emosi kita berbaur menjadi satu, mulai dari rasa sengan karena kita diingatkan akan kesalahan hingga mungkin persaan sedikit tersinggung karena kita diingatkan dengan hal yang kita sering lakukan sehari-hari. Itu semua dimaksudkan agar kita calon orang rumah bisa mengerti apa yang seharusnya dilakukan dan mengetahui apa yang sedang terjadi pada diri kitaa saat ini.
Riani_





Tidak ada komentar:

Posting Komentar