Selasa, 20 Maret 2012

Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa_resensi


Judul                          : Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa
Penulis                       : Raditya Dika
Penerbit                     : GagasMedia
Kota Terbit                : Jakarta
Tahun Terbit              : 2007
Cetakan                     : Ke-1 
Deskripsi Fisik          : x+232hlm.;  19cm.
ISBN                          : 979-780-166-7

            Buku nonfiksi-komedi ini berisi pengalaman-pengalaman pribadi penulis. Dikisahkan mulai dari penulis menjadi badut Monas sehari, menjadi staff pengajar bimbingan belajar orang tuanya, disangka hantu penunggu WC, hingga merasakan kutukan yang diberikan oleh teman sekolahnya yang berasal dari NTB. Membaca buku ini seakan kita disuguhkan kisah kehidupan dari penulisnya. Segala pengalamannya dikisahkan secara jujur yang membuat pembaca tercengang.
            Seperti dua buku sebelumnya karangan Raditya Dika ‘Kambingjantan’ dan ‘Cinta Brontosaurus’, Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa dikemas dengan gaya bahasa yang khas kaum muda pula. Secara materi juga tidak jauh berbeda, masih dalam lingkup pengalaman hidup yang dialami oleh penulis yang mungkin ketika jauh membacanya terasa tidak masuk akal dan penuh dengan hal ajaib. Namun demikian, bahasa yang digunakan oleh penulis dalam karyanya kurang baik seperti materinya. Terkadang terdapat bahasa yang membuat pembacanya kurang nyaman atau bahkan agak tersinggung dalam membaca buku terbitan GagasMedia ini.
            Ketika dilihat secara keseluruhan, baik materi, bahasa, dan kemasan Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa cocok dibaca oleh kaum muda yang menginginkan bacaan yang syarat dengan komedi. Membaca buku karya Raditya Dika ini serasa kita disajikan pertunjukan stand up comedy yang dilakukan oleh dika sendiri. Karena ditemukan banyak kata dan kalimat ketika membaca bukunya, serasa kita melihat Dika mengucapkannyas secara langsung, seperti melihat stand up comedynya.
Riani_


Tidak ada komentar:

Posting Komentar