Kamis, 09 Juni 2016

KKPK oh….. KKPK: Engkau Mengubah Dunia Peprustakaanku



KKPK oh….. KKPK: Engkau Mengubah
Dunia Perpustakaanku



      Seperti yang telah kita ketahui bersama, bawasannya jenis koleksi di perpustakaan begitu banyak ragamnya. Kita mengenal jenis koleksi mulai dari koleksi fiksi, non-fiksi, referensi, hingga kartografi. Mengingat banyaknya jenis koleksi yang harus dimiliki perpustakan, menjadi tugas sendiri bagi pustakawan untuk bisa memporsi koleksi mana yang akan didahulukan terlebih dahulu dalam proses pengadaan. Jika dengan melihat inventaris koleksi pustakawan belum mampu menentukan koleksi mana yang akan diadakan terlebih dahulu, pustakawan dan melihat sirkulasi koleksi mana yang lebih diminati atau meminta masukan dari pemustaka. Nantinya masukan dan pengamatan terhadap sirkulasi yang lebih sering digunakan dapat dijadikan panduan dalam memprioritaskan pengadaan koleksi. Setelah itu baru mengadakan buku diluar pertimbangan tersebut untuk memenuhi kebutuhan informasi lainnya.
            SDN Madusari 1 merupakan salah satu sekolah inti yang berada di Kecamatan Prambanan. Ketika kita menengok perpustakaannya, bolehlah dikatakan satu tingkat lebih tinggi kondisinya jika dibandingkan dengan perpustakaan yang belum tersentuh “tangan” pustakawan. Namun, jika pembahasan sudah masuk ke ranah koleksi, yaa jangan ditanya, hhha, minim seminimnya. Eitssss, tapi itu dulu yaa pada waktu saya pertama kali masuk kerja di sana. Namun, sudah hampir dua tahun terakhir ini setelah saya mulai ngitik-ngitik terkait dana yang minimal 5% untuk perpustakaan dan Alhamdulillah sekali perubahannya, hhhe.
            Kemudian setelah dana ada, pertama kali yang saya lakukan adalah membeli buku. Alasan saya klasik sekali kenapa buku menjadi tujuan pertama dari penggunaan dana, yaitu minimnya koleksi yang ada. Iya… koleksinya sih ada, namun kurang up to date. Sebagai contoh buku yang pernah saya baca ketika SD, yaa sekitar 12 tahun yang lalu berjudul Jet Star masih tertata rapi di rak hhe. Memang tidak menjadi masalah koleksi itu masih ada, tapi tidak ada salahnya juga kan jika di tambah dengan kolesi yang lagi ngehits dikalangan anak-anak. Berbekal pengalaman pribadi, akhirnya saya pilihlah seri koleksi KKPK untuk penyegaran koleksi di perpustakaan. Ternyataaa setelah saya membeli koleksi tersebut, antusiasme anak-anak untuk berkunjung, membaca, dan meminjam semangkin meningkat. Akan tetapi pada proses sirkulasinya, saya memiliki aturan khusus, yaitu bisa meminjam koleksi baru tersebut namun harus juga meminjam koleksi yang lama. Aturan ini dimaksudkan agar koleksi yang lama tetap bisa dimanfaatkan, karena prinsip saya koleksi yang belum pernah dibaca adalah koleksi baru.
            Terakhir di tulisan ini, saya akan memberikan sedikit alasan kenapa KKPK tetap menjadi primadona di kalangan anak-anak. Pertama, berdasarkan pengalaman adik saya, dia menyukai seri KKPK karena di dalam ceritanya banyak yang bisa langsung dipraktekkan. Sebagai contoh koleksi dengan judul Let’s Bake Cooking banyak resep-resep yang bisa dipraktekkan, sehingga setelah membaca, adik saya (yang kala itu masih SD) meminta untuk mempraktekkan resep yang ada di buku dan kemudian berkeingingan membaca dengan judul lainnya lagi. Kedua, pilihan kata (diksi) cerita sangat ringan sehingga mudah dipahami oleh anak-anak, selain itu selalu ada kata asing yang dapat menambah pengetahuan kosa kata ana-anak. Ketiga, ilustrasi pada cerita juga menarik anak-anak, selain itu ilustrasi yang ada juga mendukung dari isi. Keempat, koleksi ini dituliskan oleh penulis cilik yang secara tidak langsung ketika anak-anak membaca, rangsangan untuk gemar membaca dan menulis akan muncul dengan sendirinya, hal ini pernah saya alami ketika salah satu siswa saya mencoba menunjukkan tulisannya untuk bisa diterbitkan menjadi serial KKPK.
            Kini, koleksi KKPK yang perpustakaan kami koleksi berupa novel dan komik. Memang untuk ranah koleksi, perpustakaan kami belum memiliki banyak koleksi, namun kehadiran seri KKPK mampu mengalihkan ketertarikan mereka dari lari-larian untuk berkunjung ke perpustakaan. Karena koleksi inilah, minat membaca mereka mulai terlihat. Thankiss KKPK…..

_Riani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar