Tiada lagi
kata yang paling menyenangkan bagi siswa sekolahan selain kata liburan. Yaa,
jelas saja, liburan sekolah merupakan moment
semesteran yang akan mereka nanti setalah sebelumnya menempuh ujian. Lama
dari liburan semester biasanya dua pekan untuk semester ganjil dan empat pekan
untuk semester genap. Untuk semester genap biasanya masih diperpanjang dengan
libur hari raya.
Banyak
kegiatan yang biasanya mereka lakukan untuk mengisi liburan mereka. Sebagai
contoh biasanya mereka menghabiskannya dengan berlibur ke rumah saudara, pergi
ke tempat rekreasi, atau bahkan hanya menghabiskan waktu liburan dengan
menonton TV di rumah. Padahal, selain kegiatan yang disebutkan di atas, siswa
masih dapat melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat seperti membaca buku.
Kaitannya
dengan ini, pustakawan sekolah harus mampu memanfaatkan moment. Mereka seharusnya mampu membantu para siswa dalam
menghabiskan waktu liburan dengan berbagai kegiatan yang syarat akan manfaat. Dapat dicontohkan perpustakaan sekolah malalui
pustakawannya mengadakan kegiatan LIM (Liburan Itu Membaca). Sebagaimana yang
telah dilakukan oleh perpustakaan SDN Madusari 1. Dimana pustakawan di sekolahan ini
menggagas kegiatan Liburan Itu Membaca. Adapun inti dari kegiatan ini adalah
siswa sedikit “dipaksa” untuk meminjam buku untuk dibaca pada saat liburan. Adapun jumlah
buku yang bisa dipinjam maksimal dua.
Kegiatan yang
telah didukung oleh kepala sekolah dilaksanakan dengan tujuan untuk menumbuhkan
minat baca. Karena, kami (pustakawan dan kepala sekolah) memiliki keyakinan,
bawasannya yang berawal dari paksaan akan menjadi sebuah kebiasaan. Hal ini
dikarenakan untuk menjadi minat harus melalui proses pembiasaan. Kegiatan di atas
merupakan salah satu contoh kegiatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan
minat baca dengan memanfaatkan moment
liburan. Masih banyak kegiatan yang bisa kita (pustakawan sekolah) create untuk menumbuhkan minat baca. So, being a creative librarian please! :)
_Riani

Tidak ada komentar:
Posting Komentar